LPM Sukma – Jakarta (09/12/2018) Universitas Terbuka menggelar Ujian Akhir Semester (UAS) secara serentak untuk mahasiswa pendas dan non pendas. Namun pada saat pelaksanaannya, terjadi kendala dimana terdapat beberapa mahasiswa yang mendapat lokasi ujian tidak sesuai dengan form pendaftaran mahasiswa. Sebelumnya para mahasiwa telah meminta pihak Universitas Terbuka untuk melakukan perbaikan data agar bisa mengikuti ujian di lokasi yang lebih dekat. Akhirnya, pihak Universitas Terbuka memberikan solusi para mahasiswa tersebut ujian di lokasi UPBJJ UT Jakarta dan sekitarnya.

Pada hari pelaksanaan ujian, para mahasiswa yang sudah diarahkan ujian di UPBJJ UT Jakarta mengalami kendala teknis yang membuat mahasiswa cukup panik seperti tidak adanya naskah soal dan jumlah ruang ujian yang terbatas.

Pihak Univeritas Terbuka memberikan penjelasan, “Kami akui untuk lokasi kami overload, banyaknya mahasiswa yang meminta perubahan lokasi di beberapa hari sebelum ujian tidak bisa kami proses seluruhnya, karena keterbatasan waktu hingga tenaga SDM,” ujar koordinator registrasi dan pengujian, Pak Yasir Riyadi yang kami hubungi via telepon.

Kejadian hilangnya data mahasiswa sepertinya memberikan efek domino terhadap lokasi ujian para mahasiswa. Pihak Universitas Terbuka menyatakan bahwa penarikan data dilakukan berdasarkan data domisili mahasiswa, sehingga beberapa mahasiswa tersebut untuk lokasi ujiannya tidak sesuai dengan permintaan saat registrasi. Namun, lokasi ujian yang mereka dapat sulit terjangkau oleh mahasiswa karena ujian dilaksanakan pagi sehingga untuk sampai di lokasi ujian tepat waktu cukup menyulitkan bagi mahasiswa-mahasiswa tersebut.

Solusi yang ditawarkan sebelumnya oleh pihak UPBJJ UT Jakarta memberikan rasa lega. Mereka merasa akan mudah jika bisa ujian di UPBJJ UT Jakarta. Namun saat ujian berlangsung mereka kecewa karena tidak dapat melaksanakan ujian. Akhirnya perwakilan mahasiswa meminta kepastian dari pihak UPBJJ UT dalam menangani kejadian ini. Merasa dirugikan karena waktu mereka terbuang begitu saja dan tentunya kekhawatiran akan nilai yang bermasalah membuat mereka mengajukan surat pernyataan yang meminta pihak UPBJJ UT Jakarta memberikan solusi agar mereka dapat melaksanakam ujian dan kejadian seperti ini tidak menjadi pengaruh bagi nilai para mahasiswa.

Akhirnya, setelah berkoordinasi dengan Universitas Terbuka Pusat, Pak Yasir Riyadi memberikan jawaban untuk para mahasiswa yang memiliki kendala lokasi ujian dengan mendata mahasiswa-mahasiswa tersebut dan nantinya akan ada dua solusi yang akan diberikan dari Universitas Terbuka. Solusi tersebut yaitu SUO (Sistem Ujian Online) atau UAS ulang. Hal ini belum bisa dipastikan karena kendala seperti ini juga dialami oleh beberapa UPBJJ Universitas Terbuka daerah lain. Namun, mahasiswa dipastikan akan tetap menjalani UAS tanpa ada biaya tambahan.

Selain hal tersebut, beliau mengatakan agar di pekan depan para mahasiswa diminta untuk berbesar hati agar melaksanakan ujian di tempat yang sebelumnya sudah di ada di KTPU. Hal ini dipastikan mahasiswa bisa ujian karena berkas soal digital ada di sekolah-sekolah tersebut. Jika ada mahasiswa yang mendapat lokasi ujian di luar Jabodetabek, maka akan diurus oleh UPBJJ UT Jakarta agar bisa ditampung dan ujian di UPBJJ UT Jakarta.

Meski masih belum bisa dipastikan kapan waktu untuk mengganti UAS hari pertama Minggu (09/12/2018) tersebut, namun setidaknya UPBJJ UT Jakarta telah berupaya dan memberikan solusi yang terbaik. Semoga para mahasiswa dapat saling memahami keadaan ini. Kedepannya, semoga perbaikan sistem data bisa terus dilakukan agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

Semangat belajar untuk UAS pekan kedua, semoga lancar tanpa kendala yang berarti bagi kita semua.

 

  • Penulis : Nur Aisah